Abu Ajameya Kakek Inspirational Dari Palestina

SMA

Abu Ajameya Kakek Inspirational Dari Palestina

Masih ingatkah anda, dengan peribahasa;
“belajar di masa muda, bagaikan mengukir di atas batu
belajar di masa tua, bagaikan mengukir di atas batu”

Nampak jelas sekali perbedaan dari seseorang yang belajar di masa mudanya, dan seseorang yang baru belajar ketika sudah tua tentunya akan merasa kesulitan untuk belajar bahkan untuk mengingat sesuatu pun cukup sulit.

Tetapi, sepertinya hal itu sama sekali tak mempengaruhi seorang Abdel-Qader Abu Ajameya.

Bayangkan saja seorang kakek berusia 81 tahun, tidak pernah berhenti bermimpi untuk lulus SMA.
Meskipun ia pernah mengalami kegagalan saat percobaan ujian pertamanya, namun ia tak menyerah dan pada pertengahan bulan Juli 2017 lalu, ia berusaha untuk mewujudkan mimpinya di percobaan yang kedua.

Menurut Huffpost Arabi, mantan penjual makanan dari Hebron di Tepi Barat Pendudukan Israel ini, telah gagal lulus ujian nasional untuk pertama kalinya pada tahun lalu, namun ia masih tetap bertekad untuk berhasil dalam ujian ini. Bahkan ia belajar selama 5 jam setiap harinya untuk bisa berhasil.

Pada wartawan yang mewawancarainya, kakek yang inspirasional ini mengatakan;
“pendidikan tidak ada hubungannya dengan usia, kita seharusnya tidak berhenti belajar bahkan saat kita bertambah tua.”

Dia juga melanjutkan untuk menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk memberi contoh bagi para generasi muda dan berpesan pada mereka adalah untuk “tidak pernah berhenti belajar.”

Abu Ajameya mulai bersekolah di sebuah desa dekat Ramalah sebelum akhirnya ia dan keluarganya terpaksa melarikan diri di tengah perang Arab-Israel.

Dia akhirnya menjadi pengungsi di Tepi Barat dan terpaksa berhenti sekolah. Ia mulai menjual makanan untuk membantu saudara kandung juga keluarganya bertahan hidup. Menuntut ilmu selalu menjadi hal yang sangat penting bagi Abu Ajameya, akan tetapi hal itu tetap menjadi mimpi yang tak dapat terpenuhi sampai dia akhirnya ia pensiun.

Namun, tekadnya untuk belajar tetap kuat dan ia pun memutuskan bahwa tidak ada apa pun, bahkan usianya, yang akan menghentikannya untuk mengejar impian.

Komentar

Share this post