fbpx

“DINASTI MAMELUK” MASA KEEMASAN MASJID AL-AQSHA

Peninggalan Mamluk

“DINASTI MAMELUK” MASA KEEMASAN MASJID AL-AQSHA

Periode Awal Dinasti Mameluk

IAI- Secara Bahasa Mameluk berarti “budak”. Memang, Dinasti ini didirikan oleh sekelompok budak yang terdiri dari orang-orang yang ditawan pada masa Dinasti Ayyubiah dan dijadikan budak. Mereka dilatih untuk menjadi tentara, dan ditempatkan terpisah dari masyarakat di Pulau Raudhah di tepian sungai Nil pada masa kekuasaan Najmuddin Ayyub bin Kamil dari Dinasti Ayyubiah.

Peninggalan Dinasti Mameluk

Arsitektur pada bangunan Gerbang Al-Qatanin, Ciri khas dari Dinasti Mameluk

Mereka kemudian membentuk sebuah Dinasti pada tahun 648 H/1250 M, yang dipimpin oleh Izzuddin Aybak. Meski demikian, masa ini merupakan masa keemasan Masjid al-Aqsha dan Kota al-Quds. Karena kota ini berkembang dengan sangat cepat, baik dari segi pembangunan, arsitektur, dan jumlah penduduknya.

Dinasti Mameluk berkuasa antara tahun 648-922 H/1250-1517 M, kurang lebih selama 267 tahun. Bangunan bersejarah yang masih bisa kita lihat di kota al-Quds sekarang, kebanyakan adalah peninggalan Dinasti ini. Dan hal tersebut dapat di buktikan, dari arsitektur juga interior bangunan yang memiliki ciri khas Dinasti Mameluk.

Peninggalan Sejarah

Peninggalan Dinasti Mameluk yang terdapat pada Masjid Al-Aqsha antara lain;
1. Pintu al-Qatanin, Dibangun pada masa Sultan Muhammad bin Qalawun dengan bentuk desain dan arsitektur khas Mameluk

2. Tempat wudhu dan air bersih (sabil) Qaitbay. Dibangun pada masa Sultan al-Asyraf Qaitbay dan direnovasi pada masa dinasti Utsmaniyah, tanpa menghilangkan bentuk aslinya.

3. Ruwaq Gharbi (lorong barat). Dibangun oleh beberapa pemimpin Dinasti Mameluk, bentuknya tak berubah hingga sekarang.

4. Beberapa madrasah yang tersebar di Masjid al-aqsha dan Kota al-Quds merupakan peninggalan Dinasti Mameluk.

Peninggalan Mameluk

Lorong yang berada di wilayah barat Masjid Al-Aqsha, Dengan Arsitektur ciri khas Mameluk

Pada Dinasti ini, sebagian besar Masjid Al-Aqsha direnovasi. Dan seorang Ahli sejarah bernama Mujiruddin al-’Ulaimi menceritakan kondisi interior Masjid Al-Aqsha semasa hidupnya sebelum tahun 900 H/1496 M, kondisinya sebagian besar masih mirip dengan Interior Masjid Al-Aqsha masa kini. Artinya sebagian besar arsitektur Masjid Al-Aqsha sekarang adalah peninggalan dari Dinasti Mameluk.

 

 

Komentar

Share this post