fbpx

BAGAIMANA SHALAHUDDIN MEREBUT KEMBALI AL-AQSHA?

Shalahuddin Al-Ayyubi

BAGAIMANA SHALAHUDDIN MEREBUT KEMBALI AL-AQSHA?

IAI- Pada Hari Jum’at, 27 Rajab 528 H/2 Oktober 1187 M, setelah perjuangan panjang melawan pasukan Salib yang saat itu menguasai Palestina, Baitul Maqdis akhirnya kembali ke pangkuan umat Muslim.

Awal langkah Shalahuddin merebut kembali Baitul Maqdis adalah, mengusai daerah terdekat dengan wilayah Syam. Beliau menaklukkan satu demi satu benteng pasukan Salib dengan strategi “spiral”, yaitu mengepung dan menutup seluruh akses menuju ke benteng, sehingga pasukan Salib tidak bisa mendapatkan bantuan dari luar.

Strategi ini memaksa pasukan salib untuk bertempur di luar dengan pertempuran yang besar. Di antara pertempuran hebat yang terjadi adalah pertempuran di Hittin, sebelah Barat Danau Tibareas, Utara Palestina.

Pertempuran ini dimenangkan oleh Shalahuddin. Setelah Hittin di kuasai, Shalahuddin bergerak menuju Nablus dan menyusuri seluruh pesisir pantai.
Kemudian bergerak ke Askelon dan membebaskan Kota Ramallah. Beliau menyiapkan seluruh pasukannya, khususnya pasukan dari Mesir dan Maroko.

Setelah semuanya siap, Shalahuddin bergerak menuju Al-Quds melalui jalur Barat. Beliau dan pasukannya mengepung Al-Quds, sehingga pasukan Salib yang berada di dalam kota hanya bisa bertahan.

Pengepungan ini berlangsung selama 12 hari, hingga pasukan Shalahuddin dapat melubangi benteng Al-Quds di sisi Timur Laut.

Kota Al-Quds yang saat itu dipimpin oleh Balian of Ibelin meminta untuk berunding untuk berdamai. Shalahuddin pun menerima tawaran itu, dan menjamin keselamatan pasukan Salib yang tersisa untuk kembali ke Eropa.

Suara takbir menggema dari pasukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyubi ketika memasuki kota suci Baitul Maqdis.

Air mata menetes membasahi pipi beliau. Shalahuddin langsung yang memimpin salat Jumat di Masjid Al-Aqsha untuk pertama kalinya, setelah pembebasan kota Al-Quds.

Komentar

Share this post